Sebagai orang tua, Z. Tanjung dan Juliana Ketaren merasa sangat bangga dan terharu melihat putri kesayangannya tampil memukau di hadapan pimpinan daerah dan masyarakat luas. Bagi mereka, kepercayaan ini adalah awal yang baik bagi masa depan sang anak.
“Kami sangat bangga dengan apa yang dicapai Zita hari ini. Harapan kami sebagai orang tua sederhana saja, semoga segala cita-cita yang diinginkannya dapat tercapai, menjadi anak yang berbakti, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” ungkap Z. Tanjung dengan nada penuh harap.
Meneladani semangat pengabdian ayahnya di kepolisian, Zita Maxine Tanjung memiliki tekad besar untuk mengikuti jejak pengabdian kepada negara. Gadis berusia 17 tahun ini mengaku bercita-cita ingin lulus dan diterima di sekolah kedinasan, agar kelak ia bisa berkarya dan mengabdi secara langsung untuk kemajuan dan kedaulatan bangsa Indonesia.
“Keinginan terbesar saya adalah bisa mengabdi kepada negara. Oleh karena itu, saya bercita-cita bersungguh-sungguh agar bisa lulus dan diterima di sekolah kedinasan, supaya kelak saya bisa berguna dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara,” ucap Zita dengan pandangan mata yang tegas dan penuh keyakinan.
Pada kesempatan bersejarah tersebut, Walikota Binjai, Drs. Amir Hamzah, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup). Dalam amanatnya yang menyentuh hati, Amir Hamzah menekankan kembali tema besar bahwa Pancasila adalah Pemersatu Bangsa.
Menurut Amir Hamzah, Pancasila lahir dari rahim keragaman budaya, adat istiadat, agama, serta latar belakang kehidupan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda. Nilai luhur ini muncul sebagai manifestasi perjuangan keras para pendiri bangsa untuk menyatukan ribuan pulau yang tersebar di Nusantara menjadi satu kesatuan yang utuh dan berdaulat.
“Pancasila menempati posisi paling vital sebagai sumber falsafah hidup bangsa Indonesia. Ia bukan sekadar slogan, melainkan cara pandang bangsa dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup dan menjadi landasan mewujudkan cita-cita bersama menuju masyarakat yang adil dan makmur,” tegas Amir Hamzah di hadapan barisan peserta upacara.
Di penghujung amanatnya, Walikota mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Binjai, mulai dari pejabat, pelajar, hingga masyarakat umum, untuk kembali menempatkan Pancasila sebagai pondasi utama persatuan. Hal ini dinilai sangat krusial, terutama di tengah gempuran arus informasi dan isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.