Binjai, Wahananews.co | Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, Senin (1/6/2026), saat ribuan peserta mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Di antara barisan petugas upacara, sosok Zita Maxine Tanjung (17), siswi SMA Negeri 1 Binjai, mencuri perhatian sebagai pembawa baki lambang negara Merah Putih saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar dengan penuh semangat kebangsaan.
Nama Zita Maxine Tanjung (17), siswi SMA Negeri 1 Binjai, kembali menjadi sorotan utama. Gadis kelahiran Binjai, 11 Mei 2009 ini, kembali diberi kepercayaan besar sebagai pembawa baki lambang negara Merah Putih.
Ini bukan kali pertama Zita diberi amanah prestisius tersebut. Sebelumnya, tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80, tanggal 17 Agustus 2025 lalu, Zita juga dipercaya memegang peran yang sama. Konsistensi, kedisiplinan, dan wibawa yang dimiliki Zita menjadikannya sosok pilihan yang layak membawa simbol kedaulatan negara di dua momen kenegaraan paling penting di Kota Binjai.
Zita merupakan putri dari pasangan harmonis Bapak IPDA Z. Tanjung, S.H., yang saat ini menjabat sebagai Kanit 3 Intelkam Polres Binjai, dan Ibu Juliana Ketaren, S.E. Dilahirkan dari keluarga yang disiplin dan penuh kasih sayang, karakter Zita tumbuh menjadi sosok muda yang sopan, cerdas, dan memiliki jiwa nasionalisme tinggi.
Sebagai orang tua, Z. Tanjung dan Juliana Ketaren merasa sangat bangga dan terharu melihat putri kesayangannya tampil memukau di hadapan pimpinan daerah dan masyarakat luas. Bagi mereka, kepercayaan ini adalah awal yang baik bagi masa depan sang anak.
“Kami sangat bangga dengan apa yang dicapai Zita hari ini. Harapan kami sebagai orang tua sederhana saja, semoga segala cita-cita yang diinginkannya dapat tercapai, menjadi anak yang berbakti, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” ungkap Z. Tanjung dengan nada penuh harap.
Meneladani semangat pengabdian ayahnya di kepolisian, Zita Maxine Tanjung memiliki tekad besar untuk mengikuti jejak pengabdian kepada negara. Gadis berusia 17 tahun ini mengaku bercita-cita ingin lulus dan diterima di sekolah kedinasan, agar kelak ia bisa berkarya dan mengabdi secara langsung untuk kemajuan dan kedaulatan bangsa Indonesia.
“Keinginan terbesar saya adalah bisa mengabdi kepada negara. Oleh karena itu, saya bercita-cita bersungguh-sungguh agar bisa lulus dan diterima di sekolah kedinasan, supaya kelak saya bisa berguna dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara,” ucap Zita dengan pandangan mata yang tegas dan penuh keyakinan.
Pada kesempatan bersejarah tersebut, Walikota Binjai, Drs. Amir Hamzah, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup). Dalam amanatnya yang menyentuh hati, Amir Hamzah menekankan kembali tema besar bahwa Pancasila adalah Pemersatu Bangsa.
Menurut Amir Hamzah, Pancasila lahir dari rahim keragaman budaya, adat istiadat, agama, serta latar belakang kehidupan masyarakat Indonesia yang berbeda-beda. Nilai luhur ini muncul sebagai manifestasi perjuangan keras para pendiri bangsa untuk menyatukan ribuan pulau yang tersebar di Nusantara menjadi satu kesatuan yang utuh dan berdaulat.
“Pancasila menempati posisi paling vital sebagai sumber falsafah hidup bangsa Indonesia. Ia bukan sekadar slogan, melainkan cara pandang bangsa dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup dan menjadi landasan mewujudkan cita-cita bersama menuju masyarakat yang adil dan makmur,” tegas Amir Hamzah di hadapan barisan peserta upacara.
Di penghujung amanatnya, Walikota mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Binjai, mulai dari pejabat, pelajar, hingga masyarakat umum, untuk kembali menempatkan Pancasila sebagai pondasi utama persatuan. Hal ini dinilai sangat krusial, terutama di tengah gempuran arus informasi dan isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.
“Hari ini, mari kita kembalikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa di tengah gempuran isu pemecah persatuan. Mari kita usung, hayati, dan amalkan Pancasila dalam setiap tindakan nyata kita, untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, berdaulat, dan benar-benar merdeka selamanya,” pungkasnya.
Upacara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan lancar. Kehadiran generasi muda berbakat seperti Zita Maxime Tanjung menjadi bukti nyata bahwa semangat Pancasila terus hidup, terawat, dan siap diwariskan kepada generasi penerus bangsa.[red]