Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mampu melampaui target, yakni terealisasi sebesar 5,37 persen dari target 5,40 persen. Capaian ini menunjukkan efektivitas program pelatihan tenaga kerja yang telah dilaksanakan.
Menanggapi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 yang berada di angka 4,50 persen di bawah target 4,70 hingga 5,10 persen, Wali Kota menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Fokus utama meliputi percepatan investasi melalui kemudahan perizinan digital, pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan infrastruktur distribusi barang.
Baca Juga:
Wali Kota Resmi Membuka MTQ ke-57 Binjai, Tekankan Pentingnya Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan
Selain itu, optimalisasi pendapatan daerah juga akan dilakukan melalui digitalisasi layanan pajak serta revitalisasi aset daerah guna memperluas ruang fiskal dalam mendukung pembangunan.
“Kami juga akan mengoptimalkan pendapatan daerah melalui digitalisasi layanan pajak dan revitalisasi aset daerah agar ruang fiskal semakin luas dalam mendukung pembangunan,” katanya.
Menutup sambutannya, Wali Kota Binjai mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam membangun daerah.
Baca Juga:
Semarak MTQ ke-57: Wali Kota Binjai Pimpin Pelepasan Pawai Ta’aruf
“Rekomendasi DPRD adalah vitamin bagi kami untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, bertanggung jawab, dan menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.
Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Binjai Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti, Wakil Ketua I DPRD Kota Binjai M. Juli Sawitma Nasution, Wakil Ketua II DPRD Kota Binjai Hairil Anwar, para anggota DPRD Kota Binjai, Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, Dandim 0203/Langkat, Kepala Kejaksaan Negeri Binjai, Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin F. Simanjuntak, Sekretaris DPRD Kota Binjai Nelly Rosa Hasibuan, para staf ahli Wali Kota dan asisten Setdako Binjai, para pimpinan OPD, camat dan lurah se-Kota Binjai, serta tamu undangan lainnya.[red]