Binjai,Wahananews.co | Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Binjai menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Walikota Binjai, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Senin (27/4/2026) . Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini berakhir ricuh hingga gerbang utama kantor pemerintahan dirubuhkan massa.
Massa membawa berbagai atribut unjuk rasa seperti spanduk, bendera, serta sound system. Beberapa tulisan tuntutan.
Baca Juga:
Pemko Binjai Wujudkan Lingkungan Bersih Lewat Gerakan Indonesia ASRI
Aksi ini merupakan bentuk protes atas penggusuran yang dilakukan Satpol PP terhadap pedagang kaki lima di kawasan Jalan Bandung dan Jalan Olahraga. Selain itu, mereka juga menyoroti janji kampanye yang dianggap tidak ditepati.
Salah satu pedagang, Firman, yang mengaku memiliki cacat permanen, menuturkan rasa putus asanya. Ia mengaku sudah 25 hari tidak bisa berjualan sehingga kesulitan menghidupi keluarga.
"Kami bukan teroris, kami bukan pemberontak. Kami tahu hukum dan kami siap ditata. Tolong kepada Bapak Walikota untuk berjumpa dengan kami walau hanya 5 menit. Apalagi kami sudah sekitar 25 hari tidak berjualan. Bagaimana anak dan istri kami," tuturnya dengan nada sedih.
Baca Juga:
Pemerintah Kota Binjai Lepas 223 Calon Jemaah Haji Tahun 1447 H/2026 M
Gerbang Dirobohkan, Massa Masuk Halaman
Kondisi memanas ketika massa merasa diabaikan. Mereka menolak ditemui oleh perwakilan pejabat yang diutus dan menuntut Walikota Binjai hadir secara langsung. Karena keinginan tersebut tidak terpenuhi, emosi massa meledak.
Terjadi aksi dorong-mendorong dengan petugas keamanan yang berjaga. Akibatnya, kedua pintu gerbang utama Kantor Pemko Binjai berhasil dirubuhkan dan runtuh. Massa kemudian menerobos masuk dan memadati halaman kantor walikota.