Binjai,Wahananews.co | Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.AP didampingi Ketua TP PKK Kota Binjai Ny. Hj. Nurhayati Amir Hamzah menghadiri acara Gala Dinner sekaligus penutupan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) ke-9 yang digelar di Lapangan Merdeka Medan, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-18 Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Medan.
Baca Juga:
Wali Kota Binjai Pimpin Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80
Acara ini turut dihadiri Sultan Deli, Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah, jajaran pengurus pusat dan Komisariat Wilayah I hingga VI APEKSI, para Wali Kota dan Wakil Wali Kota dari 98 kota se-Indonesia, unsur Forkopimda Kota Medan, serta perwakilan negara sahabat seperti Wakil Konjen Singapura, Konjen Malaysia, dan perwakilan Konjen India.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran seluruh delegasi dalam rangkaian Rakernas APEKSI ke-18.
"Suatu kehormatan bagi Kota Medan dapat menyambut Bapak, Ibu, dan sahabat-sahabat dari berbagai penjuru Indonesia. Semoga kehangatan, persahabatan, dan kebersamaan kita semakin terjalin kuat melalui gala dinner pada malam hari ini," ujarnya.
Baca Juga:
Wali Kota Binjai Kunjungi Kejati Sumut, Bahas Sinergitas dan Dukungan Hukum Pembangunan
Rico juga menegaskan pentingnya sinergi antara pembangunan daerah dengan pelestarian budaya yang tercermin melalui penyelenggaraan APEKSI dan GEMES. Menurutnya, APEKSI menjadi wadah bagi kota-kota di Indonesia untuk memperkuat semangat pembangunan, sementara GEMES menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya dan identitas Melayu.
"Jika APEKSI mempertemukan kota dalam satu semangat pembangunan, maka Gelar Melayu Serumpun mempertemukan berbagai warisan dan identitas dalam satu semangat kebudayaan. Keduanya mengajarkan kepada kita bahwa kemajuan akan lebih mudah dicapai ketika kita memilih untuk berjalan bersama. Ketika 98 kota bergerak bersama, maka Indonesia akan jauh lebih tangguh," ungkapnya.
Sebagai kota yang berdiri di atas Tanah Deli dengan sejarah panjang Kesultanan Melayu, Kota Medan terus berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas kota yang multikultural.