Binjai, Wahananews.co | Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 17.54.52 WIB.
Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat pada koordinat 2,91° LU dan 98,93° BT, atau tepatnya di darat sekitar 11 kilometer tenggara Simalungun, dengan kedalaman 168 kilometer.
Baca Juga:
Juli 2026 Jadi Bulan Terpanas di Indonesia Sejak 1991, BMKG Ungkap Efek El Nino
BMKG memastikan hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan gempa bumi menengah yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme sesar geser turun (oblique normal fault).
Dirasakan di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Utara.
Guncangan dengan skala V MMI atau getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk dan menyebabkan orang banyak terbangun, tercatat di Kota Tebingtinggi, Kabanjahe, dan Limapuluh.
Sementara itu, skala IV MMI, yang pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, dirasakan di Raya, Simalungun; Panombeian Pane, Simalungun; Panei, Simalungun; Kota Pematangsiantar; serta Kota Pangururan.
Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG menyatakan hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan, termasuk kemungkinan gempa susulan, serta menyampaikan informasi terbaru kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat.
Baca Juga:
BMKG: Waspada Hujan Lebat-Banjir Landa Wilayah RI
BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa, demi keselamatan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mendapatkan informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal resmi InaTEWS dan WRS-BMKG.[red]
Jakarta, 15 Agustus 2026
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc.