“Pendidikan bukan sekadar angka-angka kuantitatif, melainkan proses tulus untuk memanusiakan manusia. Sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara, kita harus mengedepankan sistem among yaitu asah, asih, dan asuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Binjai berkomitmen menyelaraskan kebijakan pusat dengan kearifan lokal guna menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dari perundungan dan kekerasan, serta melahirkan generasi emas Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Baca Juga:
Pemerintah Kota Binjai Tetap Prioritaskan Aspirasi Warga di tengah penugasan Nasional Wali kota
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan dari siswa-siswi SD dan SMP se-Kota Binjai. Acara dimeriahkan dengan tari Aceh oleh siswa SMP Negeri 9 Binjai, drama musikal anti perundungan dari SD Negeri 026602 Kecamatan Binjai Selatan, penampilan pencak silat dari SD Negeri 024757 Kecamatan Binjai Timur, serta fragmen tari “Rukun Sama Teman” dari SDS Permata Bangsa Kecamatan Binjai Utara.
Selain itu, turut ditampilkan kegiatan story telling oleh siswa SD Negeri 027143 Kecamatan Binjai Barat dan tari daerah dari siswa SD Negeri 95/96 Kecamatan Binjai Kota.
Upacara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Binjai Hj. K. Gusuartini Br. Surbakti, Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., perwakilan Kodim 0203/Langkat, Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., Kepala Dinas Kominfo Kota Binjai Muhammad Ikhsan Siregar, SH., MH., Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai Sofyan Saputra Siregar, S.STP., M.AP., Kepala SMP Negeri 9 Binjai Dirman Siregar, perwakilan BNN Kota Binjai, perwakilan Lapas Kota Binjai, para pimpinan OPD, camat dan lurah se-Kota Binjai, perwakilan TP PKK Kota Binjai, serta para kepala sekolah dan guru tingkat SD dan SMP, beserta tamu undangan lainnya.[red]