Seorang Pria Meninggal Dunia di Depan Rumahnya di Kelurahan Berngam
Baca Juga:
Buka Gudang BBM Ilegal di Zona Merah Pertamina di Tengah Pemukiman, Afrananta Tarigan Ancam Wartawan: Kita Mau Perang-Perangan Atau Gimana ?
Binjai,Wahananews.co | pria bernama Agus Karlos Tarigan (46) ditemukan meninggal dunia di jalan tepat di depan rumahnya di Jalan Bantaran X, Lingkungan XII, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, pada Kamis (9/4/2026) sekira pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Selly Debora (34) yang saat itu sedang duduk di dekat pintu depan rumahnya. Ia mengaku mendengar suara keras seperti benda jatuh.
“Saya dengar suara kedebuk, pas saya lihat ternyata bapak itu jatuh dengan kondisi mulut sudah berdarah. Saya langsung lari minta bantuan,” ujarnya.
Baca Juga:
Polsek Binjai Kota Polres Binjai Tangkap Pelaku Curanmor Di Perumnas Berngam
Sempat Pergi ke Rumah Sakit
Menurut keterangan saksi Selly, beberapa jam sebelum ditemukan meninggal, korban sempat berpamitan untuk pergi ke rumah sakit menggunakan ojek online sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban yang diketahui berprofesi sebagai PNS Sekretaris Lurah (Seklur) Kelurahan Satria, tinggal di Jalan Kartika Eka Paksi No. 30, Lingkungan II, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota.
“Sorenya saya lihat korban sudah pulang diantar becak ke rumahnya. Sekitar setengah jam setelah hujan deras dan ada petir, tiba-tiba terdengar suara korban jatuh,” lanjutnya.
Tidak Ada Unsur Kekerasan
Pihak Polsek Binjai Kota menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit diabetes yang sudah lama dideritanya.
Saat ini jenazah masih berada di RSU Djoelham Binjai sembari menunggu pihak keluarga. Diketahui istri dan anak korban sudah tidak tinggal satu rumah dengan korban.
Sementara itu, adik kandung korban, Mart Efraim Tarigan, telah membuat surat permohonan resmi kepada Polsek Binjai Kota agar jenazah tidak dilakukan autopsi.
Keterangan Polisi.
Kapolsek Binjai Kota, AKP Diah Retno Sari, ST, SH, M.Tr.A.P, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa kasus ini murni kematian akibat sakit.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Berdasarkan keterangan keluarga dan saksi, korban memiliki riwayat sakit gula. Kami sudah menerima surat permohonan dari keluarga untuk tidak dilakukan autopsi,” jelasnya.[red]