Binjai,Wahananews.co | Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, MAP menyampaikan jawaban atas hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Binjai, di Gedung DPRD Kota Binjai, Rabu (6/5/2026).
Dalam pidatonya, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan rekomendasi legislatif sebagai acuan utama dalam perbaikan kinerja pelayanan publik dan pembangunan ke depan. Ia juga mengapresiasi kerja keras pimpinan dan anggota DPRD Kota Binjai dalam membedah LKPJ 2025.
Baca Juga:
Wali Kota Resmi Membuka MTQ ke-57 Binjai, Tekankan Pentingnya Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah pembenahan internal terkait ketidaksinkronan data hasil kinerja antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Wali Kota menegaskan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian serius karena berdampak pada kredibilitas laporan.
“Ketidaksinkronan data adalah kendala serius bagi kredibilitas laporan. Ke depan, kami akan memperkuat kelembagaan Satu Data, melakukan pengecekan periode cut-off secara ketat, serta mewajibkan OPD memberikan penjelasan tertulis dan bukti dukung yang valid jika terdapat perbedaan angka,” tegasnya.
Pada sektor kesehatan, Kota Binjai mencatat capaian positif pada angka Usia Harapan Hidup (UHH) yang mencapai 74,81 tahun, melampaui target 74,75 tahun atau sebesar 100,08 persen. Namun demikian, Wali Kota mengakui masih adanya fenomena double burden atau beban ganda.
Baca Juga:
Semarak MTQ ke-57: Wali Kota Binjai Pimpin Pelepasan Pawai Ta’aruf
“Di satu sisi, UHH meningkat karena kemajuan teknologi medis bagi lansia. Namun di sisi lain, kita masih menghadapi tantangan pada angka stunting dan kematian bayi yang sangat bergantung pada intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ini menjadi bahan evaluasi agar kualitas awal kehidupan masyarakat Binjai sejalan dengan kualitas hidup lansia,” ujarnya.
Pada sektor ekonomi, Pemerintah Kota Binjai mencatat sejumlah perkembangan. Tingkat inflasi tahun 2025 masih tergolong tinggi dengan mengacu pada Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Medan. Untuk itu, Pemko Binjai berkomitmen memperkuat peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta mengintensifkan operasi pasar murah.
Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,71 persen dengan tren penurunan rata-rata 2,58 persen dalam empat tahun terakhir. Meski belum mencapai target absolut sebesar 4,66 persen, jumlah penduduk miskin terus berkurang dari 14.610 jiwa pada 2022 menjadi 13.870 jiwa pada 2025.