Binjai,Wahananews.co | Sekretaris Daerah Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non-ASN Pemerintah Kota Binjai yang digelar di Lapangan Apel Pemko Binjai, Senin (30/03/2026).
Apel dengan pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai tersebut diikuti oleh para Staf Ahli Wali Kota, Asisten Setdako, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, para camat, lurah, serta seluruh ASN dan non-ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Binjai.
Baca Juga:
Pemko Binjai Ikuti Rakor Nasional Pengendalian Inflasi Daerah
Dalam arahannya, Sekdako Binjai menekankan pentingnya penguatan sistem mitigasi serta respons cepat terhadap berbagai potensi bencana, menyusul meningkatnya kejadian bencana alam dan non-alam di Kota Binjai dalam beberapa bulan terakhir. Ia mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026 telah terjadi 14 kasus kebakaran di wilayah tersebut.
Selain itu, ia juga mengingatkan kembali peristiwa banjir besar yang terjadi pada 27 November 2025 lalu, serta bencana angin puting beliung pada 27 Februari 2026 sebagai bukti nyata tingginya kerentanan daerah terhadap bencana.
“Kesiapsiagaan, koordinasi lintas sektor, serta kecepatan dalam bertindak merupakan kunci utama dalam penanggulangan bencana. Kita harus belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya agar dampak terhadap masyarakat dapat diminimalisir,” tegasnya.
Baca Juga:
Sekdako Binjai Tutup Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H Tingkat SMP Negeri se-Kota Binjai
Saat ini, BPBD Kota Binjai telah memperkuat jangkauan operasional dengan menyiagakan empat pos strategis, yakni dua pos pemadam kebakaran di Kecamatan Binjai Barat dan Binjai Utara, serta dua pos pemantau ketinggian air di wilayah Namu Sira-Sira dan Pantai Senyum.
Lebih lanjut, Sekdako menginstruksikan BPBD agar lebih proaktif dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait penanganan bencana, termasuk edukasi kebencanaan sejak dini kepada pelajar.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, ia juga menekankan pentingnya mitigasi aliran sungai melalui pembersihan sampah guna mencegah banjir, serta mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan kebakaran.