Dalam prosesnya, 15 pelaku industri kreatif lokal terlibat langsung, mulai dari pengrajin kayu, muralis, hingga musisi. Mereka bekerja selama 30 hari untuk menghadirkan tong-tong sampah yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat nilai estetika dan pesan moral tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Kegiatan turut dimeriahkan oleh penampilan musik dari berbagai talenta lokal, menghadirkan suasana hangat dan penuh energi positif.
Baca Juga:
Bank Sumut Gelar RUPS, Ini Komitmen Gubernur Sumut Bobby Nasution!
Dengan hadirnya 125 tong sampah mural ini, Binjai menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya bersih, tetapi juga kreatif dan penuh semangat kolaborasi yabg mampu menghadirkan seni sebagai jembatan menuju kesadaran lingkungan yang lebih baik.[red]