Binjai,Wahananews.co | Wakil Wali Kota (Wawako) Binjai, Hasanul Jihadi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSU Djoelham Binjai, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (8/1/2026).
Dalam sidak itu, Jiji, sapaan akrab Hasanul Jihadi, didampingi Direktur RSU Djoelham dr Romy Ananda Lukman, Kepala Dinas Perhubungan Harimin, dan Kepala Inspektorat Heny Sitepu.
Baca Juga:
Dihaholongi Jahowa Do Saluhut Bangso, Pesta Gotilon 2025 HKBP Binjai Berlangsung Penuh Sukacita
Di RSU Djoelham Binjai, Jiji melihat beberapa tempat fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari IGD hingga ruang rawat inap yang berada di lantai dua.
Untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan, Jiji juga berkomunikasi langsung kepada sejumlah pasien. Dari komunikasi itu, sejumlah pasien mengakui sudah mendapat pelayanan dan sarana atau fasilitas yang baik.
Meski begitu, Jiji yaang selesai melakukan sidak menyampaikan kepada beberapa media, bahwa pelayanan RSU Djoelham harus tetap ditingkatkan.
Baca Juga:
Pimpin Apel Gabungan, Wakil Wali Kota Tegaskan Penguatan Layanan Sosial di Kota Binjai
Jiji mengungkapkan, dirinya mendapat informasi terkait oknum dokter yang terdaftar di RSU Djoelham tetapi tidak pernah masuk selama satu tahun. Sementara, oknum dokter dimaksud masih menerima gaji. "Persoalan ini harus ditindaklanjuti ya dok," seru Jiji sembari memberikan instruksi kepada Dirut RSU Djoelham.
"Kami mau rumah sakit ini meningkatkan pelayanan, bukan semata untuk mencari pendapatan. Karena belakangan ini, mencuat persoalan parkir yang sampai saat ini saya sendiri dan pak wali tidak tahu menahu soal itu," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan Jiji, bahwa sejak Pemko Binjai menjalankan program UHC, jumlah pasien juga mulai meningkat. Artinya, kepercayaan masyarakat mulai baik dengan RSU Djoelham.
"Pasien di RSU Djoelham saat ini bukan hanya masyarakat Binjai, tetapi sudah ada dari luar kota di Sumatera Utara. Karena itu saya ingin memastikan dan menegaskan, agar pihak rumah sakit dapat meningkatkan pelayanan," tegasnya.
Terkait persoalan parkir di RSU Djoelham, sambung Jiji, untuk sementara akan ditutup sembari menunggu regulasi atau peraturan yang lebih jelas.
"Seperti saya sampaikan tadi, saya dan pak wali tidak tahu soal ini. Karena itu kami minta kepada Inspektorat agar menindak lanjuti. Mulai hari ini harus ditutup dan segera bahas aturannya," papar Jiji sembari menegaskan, hasil sidak ini akan disampaikan kepada wali kota.
Sementara itu, RSU Djoelham Binjai, dr Romy, mengakui bahwa parkir yang dikelola pihaknya diserahkan ke rekanan. "Untuk dasar hukumnya kita sudah ada peraturan daerah," kata Romy.
Namun, Romy mengaku pengelolaan parkir tersebut belum dibahas lebih lanjut ke tahap pembuatan peraturan wali kota (Perwali). "Ya, secara teknis dan rinci belum ada Perwali-nya. Makanya ini akan kita bahas lebih lanjut," sebut Romy.
Di samping tidak memiliki Perwali, parkir yang dikelola RSU Djoelham Binjai juga diakui belum memiliki kontrak dengan pihak rekanan. Sehingga parkir tersebut terkesan dipaksakan dan terlalu prematur.
"Untuk kontrak juga belum ada. Inikan kita masih uji coba. Makanya kita bahas lagi nanti. Sembari pembahasan ini kita tutup dulu. Artinya, proses parkirnya lanjut, tapi sudah tidak berbayar," ungkapnya.
Hanya saja, proses parkir yang berjalan tanpa berbayar sebagaimana disampaikan Romy tidak sesuai realita. Faktanya, petugas masih tetap memungut tarif kepada para keluarga pasien.
Menjawab hal itu, Romy menegaskan akan menempatkan sekuriti. "Kita pastikan tidak berbayar dengan pengawasan sekuriti," dalih Romy.[red]