Binjai,Wahananews.co | Kasi Humas Polres Binjai, AKP Junaidi membantah tudingan yang menyebut adanya aksi pengusiran terhadap oknum wartawan dan tidak ingin menjalin kemitraan dengan insan pers. Junaidi pun memberikan klarifikasi terkait kejadian yang sebenarnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (19/1/2026) siang.
"Itu hal yang tidak benar ya, karena pada saat saya menjumpai yang bersangkutan di ruangan SPKT dan pada saat bertemu saya sampaikan lagi sama beliau bagaimana jalinan kemitraan antara Polres Binjai dengan rekan-rekan wartawan dapat lebih ditingkatkan lagi," ujarnya.
Baca Juga:
Kapendam Jaya Tegaskan Kemitraan Strategis dengan PWI Jaya
Kata Junaidi, namun yang bersangkutan justru melontarkan kata-kata tidak pantas kepadanya. Bahkan, dia mengatakan tidak bermitra pun dengan Polres Binjai tidak masalah.
"Kemudian dia sambil pergi mengatakan ini akan kunaikkan beritanya. Jadi kalau katanya dia itu kami mengusir dia itu tidak benar, dia pergi sendiri, bahkan meninggalkan saya di ruangan itu tanpa permisi," ucapnya.
Hal itu juga dibenarkan oleh personel Polres Binjai, Aiptu Deking Surbakti yang dituduh melakukan pengusiran terhadap salah satu oknum wartawan.
Baca Juga:
Rangkaian HPN, 200 Wartawan Dijadwalkan Retret di Akmil Magelang
Deking menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung saat dirinya berada di ruang Humas Polres Binjai untuk bersiap mengikuti upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek yang akan digelar di halaman Polres Binjai.
“Saat itu saya berada di ruang Humas. Tiba-tiba datang seorang pria yang tidak saya kenal dan menyampaikan ingin bertemu Kasi Humas,” ujar Deking.
Menurutnya, staf Humas Polres Binjai telah menjelaskan bahwa Kasi Humas sedang tidak berada di tempat dan menyarankan agar yang bersangkutan menunggu di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Namun, pria tersebut justru menunjukkan sikap emosional dan merasa tidak terima.
“Mendengar hal itu, saya datang menemui pria tersebut dan menjelaskan bahwa di halaman Polres Binjai akan dilaksanakan upacara sertijab Kapolsek. Karena itu saya arahkan agar menunggu di ruang SPKT dan tidak berada di ruang Humas terlebih dahulu,” jelasnya.
Deking menegaskan, arahan tersebut bukan bermaksud mengusir, melainkan demi menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan upacara. Namun, pria yang mengaku sebagai oknum wartawan itu justru mengeluarkan ucapan yang dinilai kurang pantas kepada dirinya.
“Dia berkata, ‘Macam hebat kali kau, apa jabatan kau kok kau usir-usir aku’,” ucap Deking menirukan perkataan pria tersebut.
Untuk menghindari keributan, Deking kemudian meminta bantuan personel Provost yang berada di lokasi agar mengarahkan pria tersebut ke ruang SPKT Polres Binjai.
Saat dibawa oleh Provost, pria tersebut disebut sempat merekam wajah Deking menggunakan kamera ponsel sambil mencoba memprovokasi.
“Kejadian itu disaksikan oleh personel yang berada di lokasi, termasuk Provost, serta dua rekan jurnalis yang sedang meliput kegiatan upacara sertijab Kapolsek,” ungkapnya.
Atas adanya pemberitaan yang dinilai tidak sesuai fakta dan mencantumkan nama pribadinya serta institusi Polres Binjai, Deking menyatakan akan menempuh mekanisme hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Saya akan mengajukan hak jawab agar media yang memuat berita tersebut memuat klarifikasi sesuai fakta yang sebenarnya. Jika tidak diindahkan, persoalan ini akan saya laporkan ke Dewan Pers,” tegasnya.[red]